PENGERTIAN TANGGA NADA

Pengertian Tangga Nada Dalam Musik

Dalam pengertian yang sederhana, tangga nada dalam musik bisa diartikan sebagai satu set atau satu kumpulan not musik yang diatur sedemikian rupa dengan aturan yangbakusehingga memberikan nuansa atau karakter tertentu. Aturanbakutersebut berupa interval atau jarak antara satu not dengan not yang lain, aturan tentang nada awal dan nada final, dan lain-lain.Adaberbagai macam tangga nada di dalam musik, masing-masing memiliki aturanbakusebagai ciri yang membedakan antara tangga nada yang satu dengan tangga nada yang lain.

Berbagai istilah yang biasa dipakai untuk menyebut tangga nada dalam musik adalah : scale (skala), modus (atau modi, untuk istilah jamaknya), dan modalitas.

Untuk lebih memperdalam pengertian tentang tangga nada, maka perlu diketahui terlebih dahulu sejarah musik. Perkembangan musik saat ini, tidak terlepas dari sejarah musik yang tercatat. Sebagai musik awal yang terdokumentasi dengan baik adalah jenis musik monofon yaitu Gregorian.Adabeberapa pendapat mengenai pembentukan musik Gregorian ini.Adayang mengatakan bahwa Gregorian sangat dipengaruhi oleh musik Yunani, tapi ada juga yang menunjukkan pengaruh musik Yahudi lebih besar. Musik klasik yang kemudian berkembang adalah berdasarkan dari musik Gregorian. Kekayaan musik Gregorian hanya dapat dipahami jika mengerti tentang modalitas. Modalitas berarti tangga nada. Musik saat ini tak lepas pula dari pengaruh ini.

Pada awalnya, teori musik diajarkan di sekolah-sekolah pada abad pertengahan yang umumnya terletak dekat biara. Sehingga tidak mengherankan bahwa karangan yang menerangkan tentang teori musik (ilmu harmoni, istilah harmoni pada abad pertengahan tidak membahas tentang akor atau keselarasan nada, namun dipakai sebagai istilah untuk “prinsip yang mengatur” bagaimana cara untuk mengukur keindahan termasuk di dalam musik) disusun oleh para biarawan. Seorang pengarang yang sangat berpengaruh dalam perkembangan teori musik adalah Hucbald (840 – 930) dari biaraSt.Amand dengan karangannya yang berjudul De Harmonica Instituione. Dalam bukunya, Hucbald memberikan nama tangga nada dengan menggunakan nama tangga nada yang dipakai oleh para ahli musik Yunani, walaupun nama tersebut sama namun ternyata berlainan penggunaannya.

Seperti halnya musik kuno Yunani, musik Gregorian juga berdasarkan pada 4 nada atau tetrachord, yaitu D – E – F dan G. Di atas nada tersebut disusun tangga nada gregorian otentik, dengan 4 nada tersebut sebagai nada finalis (nada penutup) atau nada dasar. Dari sini terbentuklah 4 tangga nada atau sistem modalitas Gregorian yang terdiri masing-masing dari 2 jenis, yaitu Otentik dan Plagal. Plagal berasal dari kata Yunani, yaitu plagios yang artinya miring atau dalam hal ini sebagai pembantu atau bersifat sekunder. Sehingga secara keseluruhan terdapat 8 tangga nada yaitu :

  • Doris
  • Hypodoris
  • Phrygis
  • Hypophrygis
  • Lydis
  • Hipolydis
  • Mixolydis
  • Hypomyxolydis

Untuk sementara tidak akan saya lanjutkan, namun pada artikel yang lain akan saya bahas mengenai 8 tangga nada Gregorian ini.

Dalam teori musik barat, tangga nada diatonis atau diatonik adalah susunan satu set kumpulan not yang merupakan komponen paling dasar. Diatonik berasal dari bahasa Yunani, diatonikos, yang artinya merenggangkan. Umumnya digunakan untuk menyebut tangga nada mayor dan minor saja.

http://kandangjago.web.id/musik/pengertian-tangga-nada-dalam-musik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: